Kab. Grobogan (Humas) – Sebagai bentuk kepedulian, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan yang diwakili Ka Sub Bag TU, Hadi Purwanto yang didampingi penyelenggara zakat wakaf serahkan bantuan untuk korban bencana banjir yang terdampak di Kabupaten Grobogan. Salah satunya bantuan ini diterima langsung oleh korban banjir di Kecamatan Gubug dan Kecamatan Purwodadi diantaranya Kampung Plendungan, Kampung Banaran, Kampung Jagalan, Dusun Sanggrahan dan Desa Geta srejo, Rabu (22/01/2025).
Ka Sub Bag TU Kemenag Grobogan, Hadi Purwanto saat menyerahkan bantuan mengatakan bahwa bantuan ini bentuk kepedulian keluarga besar Kemenag Grobogan terhadap korban bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Grobogan.
“Atas nama Kantor Kementerian Agama Grobogan kami turut prihatin dengan musibah banjir yang melanda Kabupaten Grobogan. Semoga bantuan dari keluarga besar Kemenag Grobogan ini, dapat sedikit meringankan beban saudara-saudar kita yang terkena musibah,”ungkapnya.
Lebih lanjut Hadi mengatakan, bahwa musibah banjir yang terjadi di beberapa wilayah tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa berupa kehilangan tempat tinggal. Zakat, infaq, dan sedekah diharapkan menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi para korban bencana banjir.
“Pendistribusian zakat pada bidang kemanusiaan dapat diberikan dalam bentuk penanganan korban bencana alam yang sesuai dengan peruntukannya,”jelasnya.
Ka Sub bag TU menjelaskan, terkait dalam pentasyarupan pengelolaan zakat, Kemenag sudah lama mempunyai program dalam pentasyarupan zakat yang bisa digunakan dengan pentasyarupan sembako maupun pemberdayaan umat yang bisa dimanfaatkan umat, seperti bantuan banjir kali ini. Dan pentasyarupan zakat berasal dari potongan 2,5 persen setiap ASN kemenag untuk dikelola UPZ dan ditasyarupakan kemasyarakat yang membutuhkan.
“ASN Kemenag Grobogan sendiri sudah melaksanakan zakat 2,5% dari gaji yang diterima tiap bulannya, selain gaji, tunjangan kinerja dan tunjangan profesi sudah dipotong untuk zakat. Dan kita tahu, zakat, infaq dan shadaqah merupakan solusi jitu untuk mengatasi kemiskinan, juga merupakan ibadah yang bernilai besar, bahkan pahalanya mengalir terus”,jelasnya.(bd)